MEWASPADAI ANAK KURANG PROTEIN

Published September 9, 2009 by arien20

Anak merupakan generasi penerus yang harus kita persiapkan sebaik-baiknya, agar dapat menjadi penerus berkualitas. Salah satu usaha kita adalah dengan pemberian makanan yang bergizi dan berkecukupan

Memberikan makanan yang bergizi pada anak terutama di usia balita sangat penting. Disamping untuk pertumbuhan fisik juga untuk perkembangan otak yang selanjutnya untuk kecerdasan anak di usia sekolah. Bagi orang tua terutama ibu harus mengerti pola pemberian makanan yang bergizi dan berkecukupan. Makanan yang bergizi artinya makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sedangkan berkecukupan artinya dalam pemebrian makanan pada anak kita tidak boleh berlebihan dan juga tidak boleh kekurangan. Karena seandainya pemberian makanan kurang dari metabolism basal maka dapat menyebabkan penyakit tertentu.

Nah apa yang terjadi seandainya anak kita kekurangan protein. Tentunya kita harus tahu apakah anak kita kekurangan protein atau tidak

  1. Pengertian KEP ( Kurang Energi Protein )

KEP adalah keadaan kurang gizi disebabkan oleh rendahnya konsumsi energy dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi

KEP sedang adalah bila hasil penimbangan berat badan pada KMS terletak dibawah Garis Merah (BGM)

KEP berat disebut juga gizi buruk, bila hasil penimbangan berat badan kurang 60 % baku median WHONCHS. Pada KMS tidak ada garis pemisah KEP berat dan KEP sedang, sehingga untuk menentukannya digunakan standar WHO NCHS

Untuk itu penimbangan setiap bulan di Posyandu atau sarana kesehatan sangat penting. Pada penimbangan bulanan di posyandu dapat diketahui apakah anak balita berada pada pintu hijau, kuning atau dibawah garis merah.

Bila hasil penimbangan BB balita dibandingkan dengan umur di KMS terletak pada pita kuning dapat dilakukan perawatan dirumah, tetapi bila anak dikategorikan dalam KEP sedang, KEP berat harus segera dirujuk ke puskesmas atau sarana kesehatan lain

  1. Gejala klinis balita KEP berat/ gizi buruk

Untuk KEP ringan dan sedang, gejala klinis yang ditemukan hanya anak tampak kurus.

Untuk KEP berat, dapat dibedakan sebagai : marasmus, Marasmic-Kwashiorkor atau Kwashiorkor. Tanpa mengukur/melihat BB bila disertai edema bukan karena penyakit lain adalah KEP berat tipe Kwashiorkor

  1. KWASHIORKOR

Gejala-gejala :

  • Edema ( bengkak) umumya pada seluruh tubuh, terutama pada punggung dan kaki
  • Wajah membulat dan sembab
  • Pandangan mata sayu
  • Rambut tipis,kemerahan seperti warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa rasa sakit, rontok
  • Perubahan status mental, apatis dan rewel.
  • Otot mengecil,¬† lebih nyata bila diiperiksa pada posisi berdiri atau duduk
  • Kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitam-hitaman dan terkelupas
  • Sering disertai infeki anemia dan diare
  1. MARASMUS

Gejala

  • sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit
  • Wajah seperti orang tua
  • Cengeng, rewel
  1. MARASMIC-KWASHIORKOR

Gambaran klinis merupakan campuran dari beberapa klinik kwashkiorkor dan marasmic dengan BB/umur kurang 60 % menurut WHO-NCHS disertai edema yang tidak mencolok

  1. Pelayanan Gizi Balita KEP Berat/Gizi buruk tingkat rumah tangga

Tingkat rumah tangga :

  • Ibu membawa anak utnuk ditimbang di Posyandu secara teratur setiap bulan untuk mengetahui pertumbuhan berat badannya
  • Ibu memberikan ASI kepada bayi usia 0-4 bulan
  • Ibu tetap memberikan ASI kepada anak sampai usia 2 tahun
  • Ibu memebrikan makanan pendamping ASI sesuai usia dan kondisi kesehatan anak
  • Ibu memberikan makanan beranekaragam bagi anggota keluarganya
  • Ibu segera memberitahukan kepada petugas kesehatan bila balitanya mengalami sakit atau gangguan pertumbuhan
  • Ibu menerapkan nasehat yang dianjurkan petugas kesehatan
  1. Pengaturan makanan untuk KEP berat/gizi buruk

Tujuannya :

  • Memberikan makanan yang lebih banyak dari keadaan biasa utnuk memenuhi kebutuhan energy dan protein yang meningkat
  • Mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh
  • Menambah berat badan hingga mencapai normal

Cara mengatur makanannya :

  • Makanan cukup mengandung gizi : karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral
  • Makanan diberikan bertahap sesuai dengan kondisi dan kemampuan anak dalam menerima makanan
  • Makanan diberikan yang mudah dicerna, seperti nasi lembik, makanan yang tidak pedas, makanan yang tidak keras.

Apabila anak kita mengalami KEP sedang/berat segeralah bawa ke puskesmas atau ke petugas kesehatan. Agar mendapatkan pelayanan kesehatan atu penanganan KEP sesuai berat ringannya. Dengan penanganan yang baik KEP berat dapat disembuhkan dan jangan lupa ikutilah nasehat-nasehat dan aturan-aturan makanan yang diberikan petugas.

Semoga anak-anak kita menjadi penerus yang berkualitas yang menjadi kebanggaan setiap orang tua.

One comment on “MEWASPADAI ANAK KURANG PROTEIN

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: